Unordered List

Pondok Pesantren Tempat Mengaji Dan Pengembangan Tradisi Pencak Silat

 on Rabu, 01 Juli 2015  

Wengker.com,
Magelang - Meski banyak jenis olahraga masuk dan berkembang di Indonesia namun pencak silat ternyata tetap lestari. Olahraga tradisional asli Indonesia ini berkembang di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Magelang.
Di Magelang, Ponpes Nurul Fallah di Dusun Bentaro, Desa Gunung Pring, Kecamatan Muntilan menjadi salah satu basis pengembangan. Para santri bahkan tetap berlatih meski di bulan suci Ramadhan. Bedanya, latihan silat dikemas secara berbeda dibanding hari biasa. Selama Ramadan, latihan silat digelar dua kali seminggu setiap Senin dan Kamis.
Latihan juga tidak terlalu lama namun fokus dengan gerakan efektif. Yang menarik, latihan silat dipadu dengan kegiatan tadarus Alquran mulai pukul 16.00 para santri latihan silat selama 40 menit kemudian dilanjutkan tadarus Ramadan dan mengaji kitab kuning.
”Konsep kami adalah satu jurus satu jus. Kami menjadikan pencak silat sebagai sarana mempelajari tradisi yang lain,” kata pembina silat Sanggar Pusaka Gilang Nuswantoro Puja Semedi (26). Sanggar Pusaka merupakan komunitas yang melestarikan olahraga tradisional. Selain mengajarkan silat di sanggar, mereka menyebarkan silat di berbagai pondok pesantren.
Materi yang diajarkan meliputi dasar-dasar pukulan, pukulan lurus, tonjok, pukulan ayun, sudut, papas, tendangan lurus, tejeh dan teknik jatuhan. ”Kami juga mengajarkan beragam jurus seperti jurus senam, ibing pencak, dan musik tradisional. Silat bisa juga diiringi musik tradisional,” kata dia.
Usai latih
Tadarus bersama sampai pukul 05.10. Dilanjutkan kitab samagus sampai menjelang Magrib. Meski banyak mengeluarkan aktivitas fisik namun para santri ternyata tidak terlihat kelelahan sama sekali. Mereka tetap energik dan bisa menyelesaikan latihan hingga tuntas. ”Aktivitas fisik tidak mengganggu puasa asalkan latihannya tepat
. Selama puasa kami sedikit mengurangi porsi latihan karena yang penting adalah efektifitas gerak. Kalau puasa banyak istirahat malah jadi malas,” kata dia. Disebutkan, gerakan fisik dan porsi lattihan yang tepat justru akan memperlancar peredaran darah dan menyegarkan tubuh. ”Kuncinya jangan pernah memforsir tubuh.
Karenas porsi lattihan harus pas. Ini akan membuat kontraksi aliran darah lancar,” jelas Gilang. Disebutkan tujuan silat adalah melestarikan seni tradisi budaya masyarakat Indonesia turun temurun.
Olah raga warisan nenek moyang ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental spiritual serta sekaligus sebagai ajang pendidikan karakter. Selain mengajarkan kitab kuning, Ponpes Nurul Falah juga mengajarkan olah raga pencak silat. ”Pesantren adalah benteng terakhir menghadai globalisasi. Anak jika tidak dididik ilmu agama bisa salah jalan,” kata dia.(MH Habib Shaleh-52)
Sumber Suara Merdea



2 komentar:

  1. wah sangat menarik pencak silatnya, semoga pencak silat terus di lestarikan di pesantren-pesantran

    BalasHapus
  2. Thanks for sharing here
    I am very happy to read your review
    I hope you give a useful topic for everyone.

    BalasHapus

>>> Please do not use anonymous ....
>>> Berikan data anda dengan benar.....
>>> Berikan komentar anda sebagai bukti bahwa anda adalah pengunjung dan bukan robot......
>>> Komentar ANONIM tidak akan ditanggapai oleh admin......
>>> Sorry, Admin will not respond to anonymous comments are not clear. so thank you

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme